Menggunakan Rufus Untuk Install Windows 10/11 dengan Dukungan UEFI

Rufus, yang suka melakukan install ulang sistem operasi, baik di PC maupun di Laptop, pasti tidak asing lagi tentunnya dengan aplikasi ini ya. Rufus adalah salah satu aplikasi terbaik untuk membuat master installasi sistem operasi dari Flasdisk atau USB. Rufus memilki perjalanan panjang dalam proses pembuatannya. 

Dimulai pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2018 sudah memasuki versi yang 3.4 dan saat artikel ini dibuat, sudah masuk ke versi 3.15. Jujur secara pribadi saya sangat menyukai menggunakan aplikasi ini sejak pertama kenal, karena tidak pernah gagal dalam membantu menyelesaikan masalah ketika harus melakukan installasi sistem operasi dari media USB. Diawal-awal dulu, installasi sistem oprasi hanya bisa dilakukan melalui lempengan CD, itupun dulu mentok sampai pada sistem operasi Windosw XP, dan relatif berhenti saat sudah muncul Windows 7, karena sejak Windows 7 keatas sampai saat ini, kapasitas yang dibutuhkan untuk membuat master installer sebuah sistem operasi sudah harus di atas 1GB. 
Dan seperti yang sudah kita tahu 1 keping CD kapasitasnya tidak lebih dari 700MB. Memang masih bisa menggunaan keping DVD yang kapasitasnya jauh lebih besar, tapi tentu membutuhkan DVD burner untuk melakukannya, dan pada banyak kasus terkadang installasi berhenti ditengah jalan, karena ada file yang terbaca atau tidak tercopy sempurna kedalam keping DVD yang kita gunakan. Rufus sangat sederhana, mudah digunakan dan sangat kecil ukurannya, bahkan tidak perlu melakukan installasi dalam menggunakannya. 

Dengan Rufus kita dapat membuat master installer yang bisa berjalan dari USB mulai dari keluarga Windows sampai dengan berbagai macam distro linux seperti Ubuntu, Linux Mint, RedHat dll. Namun dari beberapa kelebian itu, Rufus juga masih memiliki beberapa keterbatasan seperti : 
  1. Hanya mendukan USB (belum ada ujicoba apakah bisa juga berjalan di Sdcard). Rufus tidak mendukukan pembuatan master sistem operasi dengan menggunakan HDD atau hardisk eskternal. Jika kita tidak memiliki USB Disk, dan tetap akan menggunakan hardisk eksternal, makan Rufus bukan pilihan tepat untuk ini. 
  2. Rufus tidak bisa membuat multiboot USB Disk. Rufus hanya bisa digunakan untuk membuat single master installer. Jadi kalau ingin membuat lebih dari satu master installer dalam satu USB Disk, kita harus mencari alternatif lain selain Rufus ini. Untuk membuat multiple boot USB Disk, bisa menggunakan AIO Boot. 
  3. Rufus tidak mendukung WindowsXP Sejak versi 3.0 keatas, dukungan untuk bisa membuat master installer WindowsXP sudah dihentikan dan tidak dikembangkan lagi. Jadi bagi yang masih mau mempertahankan untuk menggunakan WindowsXP, berarti harus mencari alternatif lain. 
Membuat Master Intaller Window 10/11 Sebelum membuat master intaller dengan Rufus, yang perlu disiapkan adalah : 
  1.  USB DISK/ FDD minimal 8GB (tergantung kapasitas master installer Windows 10/11 .iso, jika dibawah 4GB, FDD yang dibutuhkan bisa yang berkapasitas 4GB saja. 
  2.  Program Rufus yang bisa didownload disini : https://rufus.ie/en/ 
 Setelah kedua bahan diatas disiapkan, langkah selanjutnya adalah : 
  1.  Colokkan FDD ke PC/Laptop 
  2.  Jalankan Program Rufus
Pilih/atur sesuai dengan yang dibutuhkan : 

 UEFI jika : 
  1.  1. Skema partisi hardisknya : GPT 
  2.  2. Target system yang digunakan : UEFI (Non SCM) 
  3.  3. Sistem file : FAT32 

 Legacy BIOS jika
  1.  Skema partisi hardisknya : MBR 
  2.  Target systemnya : BIOS (or UEFI-CSM) 
  3.  Sistem file : NTFS 

 UEFI dan Legacy BIOS jika : 
  1.  Tekan tombol keyboard Alt+E saat berada dipilihan nomor 4 untuk menampilkan opsi UEFI+Legacy BIOS 
  2.  Skema partisi hardisknya : MBR 
  3.  Target sistemnya : BIOS atau UEFI
  4.  Sistem file : FAT32 

Jika ISO file sistem operasinya lebih dari 4GB, pilih NTFS pada pilihan nomor 6. Karena sistem file FAT32 hanya bisa membaca maksimal kapasitas file/Hdd adalah 4GB. 

Sekarang kita lakukan langkah-langkah pembuatannya. Sesuai judul artikel ini, kita akan membuat bootable installasi Windows 10/11 yang support UEFI, secara default Rufus tidak menyedikan fitur untuk membuat bootable FDD dari UEFI dan Legacy (BIOS), jadi untuk mengaktifkannya kita perlu menekan tombol kombinasi keyboar ALT-E.

Langkah-langkah berikut menyesuaikan dengan penomoran pada gambar diatas : 
  1. Pilih USB Drive yang akan dijadikan master installer pada opsi pilihan Device. Jika USB Driver yang dicolokkan hanya 1, secara otomatis akan terdeteksi langsung oleh Rufus. Satu hal yang perlu diingat, semua data di USB Drive ini nanti akan dihapus semua termasuk partisinya jika ada. Jadi pastikan data-data penting yang ada di USB Driver tersebut sudah diamankan. 
  2. Klik tombol SELECT kemudian cari ISO file master installer Windows yang dikehendaki, dalam hal ini Windows 10/11. 
  3. Partition Scheme kita bebas pilih MBR atau GPT, karena kita akan menggunakan opsi yang bisa support Sistem UEFI dan Legacy pada pilihan berikutnya. 
  4. Target system, disini pilihan untuk suppor UEFI dan Legacy secara default belum muncul. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, tekan kombinasi tombol keyboard ALT+E. 
  5. Volume label, adalah penamaan USB Drive yang akan kita berikan, kita boleh mengganti atau membiarkannya apa adanya. 
  6. File system, karena kita sudah memilih target sistemnya adalah UEFI dan Legacy, pilih FAT32 (dalam kasus besarnya file iso tidak sampai lebih dari 4GB) 
  7. Cluster size, pili yang 16 kilobytes. 
  8. Setelah semua langkah diatas selesai, klik tombol Start untuk memulai proses pembuatan.

Jika nanti kita mendapatkan ada pesan kesalahan, biasanya karena file ISO yang dijadikan sumber master installer lebih besar dari 4GB. Unutk mengatasi hal ini, rubah pilihan dibagian file systemnya menjadi NTFS, nanti secara otomatis RUFUS akan membuat partisi khusus untuk FAT32 agar bisa support booting dengan UEFI. 

Catatan : 
Secara umum, pilihlah GPT pada opsi Partition schme jika ingin membuat master installer yang suport UEFI. Pilihan MBR dan FAT32 jika akan membuat USB Drive bisa support UEFI dan Legacy. 

Baik, sekian dulu untuk artikel kali ini yaa, sukses selalu untuk semua. 
Share:

0 Comments:

Post a Comment