Visualisasi Data
Bayangkan kisah seorang raja yang suatu hari ia mendapat informasi bahwa sebuah kerajaan nan jauh di sana berencana untuk menyerang istana.
Sang raja pun memikirkan langkah apa yang harus ia ambil. Ia menugasi perdana menteri untuk bantu menyusun strategi perang.
Karena perdana menteri mengetahui betul sang raja mudah bosan, perdana menteri itu punya cara menarik untuk memaparkan strategi perangnya, yakni menggunakan visualisasi data.
Semua data dan kebutuhan perang tersaji dalam bentuk grafik yang menarik. Raja pun tertarik dan mudah memahaminya.
Bayangkan jika perdana menteri datang dengan membawa setumpuk kertas berisi tulisan tanpa ada visualisasi yang jelas?
Dari ilustrasi ini kita punya sedikit gambaran bahwa visualisasi data dapat membuat sebuah data tersampaikan dengan baik dan membuat pembacanya lebih tertarik.
Nah, lalu apa sebenarnya visualisasi data itu?
Visualisasi data merupakan cara mengomunikasikan sebuah informasi atau data dalam bentuk visual seperti diagram, grafik, atau representasi visual lainnya.
Mengapa Menggunakan Visualisasi Data?
“Un bon croquis vaut mieux qu’un long discours” (Napoleon, Kaisar Perancis)
“Sketsa yang bagus lebih baik daripada pidato yang panjang”
Sketsa yang dimaksud ibarat data yang kita visualisasikan dengan baik sehingga bisa dipahami banyak orang. Mungkin ia lebih baik daripada tabel ribuan baris dan kolom. Di sini jelas bahwa visualisasi data diperlukan supaya penyampaian informasi jauh lebih efektif.
Apa yang Anda lakukan apabila ingin memantau pengeluaran mingguan dalam sebulan? Hal yang kerap kita lakukan adalah mencatat semua pengeluaran dalam bentuk teks. Misal pengeluaran di minggu pertama dan berikutnya untuk kebutuhan konsumsi, belanja, ataupun lainnya yang Anda jumlahkan sehingga menghasilkan sebuah nilai, misalnya Rp. 500.000.
Dari tabel dapat dilihat bahwa pengeluaran terbesar ada di minggu ke-4. Sekilas kita dapat melihat perbandingannya dengan mudah karena data yang dihasilkan masih sedikit
Setelah enam bulan kemudian, tiba-tiba Anda ingin melihat perbandingan pengeluaran setiap minggunya dalam sebulan. Catatan pengeluaran setelah 6 bulan menjadi seperti ini.
Cek tabel tersebut dan tentukan minggu dan bulan manakah yang jumlah pengeluarannya terbesar? Cukup sulit, bukan? Coba Anda bandingkan dengan contoh diagram berikut.
Diagram tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran terbesar ada di minggu ke-4 bulan Januari dan Mei. Sedangkan terendah ada di minggu ke-I April. Analisa jadi lebih mudah dengan visualisasi data, bukan?
Di atas hanyalah sebuah contoh sederhana. Bayangkan bagaimana untuk data besar seperti sensus penduduk. Pastinya visualisasi data sangat dibutuhkan untuk mempermudah kita membaca dan menganalisis data.
Media Visualisasi Data
Tahukah Anda macam-macam media yang digunakan dalam visualisasi data? Berikut penjelasannya:
Tabel
Ketika Anda menyusun data ke dalam sebuah baris dan kolom, maka selamat, Anda telah berhasil membuat sebuah tabel.
Tabel merupakan salah satu media visualisasi data yang sederhana dan sering kita temukan. Data dalam tabel biasanya dikategorikan dalam baris atau kolom tertentu yang kemudian dapat diurutkan dengan mudah misal diurutkan secara menaik (Ascending) atau menurun (Descending). Hal tersebut memudahkan kita untuk menyusun data sesuai dengan perintah yang diinginkan. Bayangkan Anda memiliki data buah-buahan seperti, apel (50 buah), jambu (35 buah), melon (40 buah), semangka (10 buah), mangga (25 buah), dan jeruk (100 buah). Bagaimana Anda mencatatnya supaya lebih mudah dibaca? Salah satu caranya bisa dengan membuat tabel seperti berikut:
Setelah diurutkan secara ascending berdasarkan nama buah sebagai berikut:
Dari tabel di atas, Anda dapat membaca data buah-buahan dengan lebih efektif dan mengetahui jumlah total buah. Dari data tersebut kita juga dapat mengurutkan dari jumlah buah yang paling banyak, paling sedikit, atau mengurutkan nama buah berdasarkan abjad.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam penulisan tabel yaitu sebagai berikut:
- Penulisan judul
Diagram
Sering kali kita mendengar kata Diagram. Sebenarnya apa itu diagram? Diagram merupakan sebuah representasi data yang digambarkan dalam bentuk grafik. Jika Anda memiliki sebuah data yang ingin diproyeksikan dalam bentuk diagram, berikut beberapa tipe diagram yang bisa digunakan.
Diagram Batang
Pernah membuat diagram batang sebelumnya? Diagram batang merupakan salah satu jenis grafik yang hampir sering kita jumpai dalam visualisasi data. Sebabnya, ia dapat menunjukkan perbandingan angka pada kategori tertentu. Jumlah elemen batang dari diagram ini sebaiknya tidak terlalu banyak supaya label dari data tersebut masih bisa terbaca atau tidak terpotong. Sumbu X pada diagram batang menunjukkan kategori data sedangkan sumbu Y menunjukkan skala nilai dari data dalam satuan ukuran tertentu. Pastikan pada sumbu Y nilai awalnya adalah 0 supaya diagram Anda terlihat akurat dan mengurangi kesalahpahaman dalam mengartikan data.
Selain itu, perhatikan pula penulisan label diagram. Hindari penulisan label secara vertikal maupun diagonal supaya tidak menyulitkan pembaca dalam memahami label tersebut. Warna juga penting dalam penyajian data diagram. Usahakan menggunakan warna yang konsisten supaya mudah dipahami. Berikut contoh dari diagram batang yang sudah Anda lihat di penjelasan sebelumnya.
Diagram Garis
Diagram garis biasanya menyajikan perubahan data dalam periode waktu tertentu. Secara umum, diagram garis digunakan untuk melihat perkembangan data tertentu yang berlangsung secara terus menerus atau berkelanjutan. Contoh dari data yang bisa digambarkan dalam diagram garis seperti, perkembangan jumlah penduduk selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2000 sampai 2019, dan lainnya. Dalam proses penggambaran diagram garis diperlukan sumbu mendatar atau X dan sumbu tegak atau Y. Masing-masing sumbu memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Sumbu X berfungsi untuk menunjukkan interval waktu sedangkan sumbu Y menunjukkan kuantitas atau nilai dari data tersebut seperti total penjualan, biaya yang dikeluarkan, jumlah pendapatan, dan lain sebagainya.
Kemudian, buat tanda titik koordinat yang menunjukkan nilai data berdasarkan waktunya. Setelah semua data ditandai dengan titik koordinat, maka selanjutnya buatlah garis yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dari penarikan garis tersebut kita bisa melihat pola perkembangan datanya cenderung naik, stabil, atau turun.
Bayangkan Anda memiliki sebuah toko sepeda dan ingin melihat perkembangan penjualan tahun 2019 yang lalu. Anda memiliki tabel seperti berikut:
Untuk mempermudah melihat perkembangan data, maka Anda dapat membuat data dalam tabel tersebut menjadi sebuah diagram garis berikut ini:
Dari data tersebut dapat dilihat tren penjualan sepeda pada toko Anda cenderung naik pada tahun 2019. Walaupun pada bulan Januari sampai Juni sedikit tidak stabil karena terjadi kenaikan dan penurunan, namun pada bulan Juni sampai Desember penjualan cenderung naik. Nah, data diagram garis tersebut lebih mudah dibaca, bukan?
Diagram Lingkaran
Apakah Anda pernah membuat diagram lingkaran sebelumnya? Diagram lingkaran mirip seperti sebuah makanan pizza yang diiris dengan porsi tertentu. Pada konteks data, irisan pizza tersebut menggambarkan persentase data nilai atau kuantitas. Ada irisan yang besar dan ada yang kecil semuanya bergantung pada data yang ditampilkan. Apabila irisan tersebut dijumlahkan nilainya, maka seharusnya akan menghasilkan 100 persen atau 360 derajat.
Diagram lingkaran biasanya sering digunakan oleh perusahaan atau dunia pendidikan untuk merepresentasikan data. Diagram lingkaran tidak hanya menunjukkan jumlah relatif dari kuantitas suatu data satu sama lain, namun dapat menunjukkan keseluruhan data dan kuantitas sebuah kategori data itu sendiri relatif vis a vis atau berhubungan dengan keseluruhan data yang ada. Untuk memperjelas pemahaman tentang diagram lingkaran, berikut terdapat contoh survei terhadap siswa yang memiliki hobi sepak bola, basket, dan bulu tangkis untuk pelatihan menghadapi lomba tingkat kecamatan.
Apabila data tabel di atas digambarkan dengan diagram lingkaran, ini hasilnya:
Dari 35 siswa dalam satu kelas, sepak bola paling digemari dibandingkan dengan hobi lainnya. Hampir separuh dari total siswa menyukainya. Basket dan bulu tangkis masing-masing sebanyak 8,6% dan 14,3%. Sedangkan 28,6% atau sama dengan 10 orang siswa lainnya memiliki hobi lainnya seperti bermain musik, jalan-jalan, dan membaca novel. Nah, bagaimana caranya menjadikan jumlah data tersebut dalam bentuk persen? Ada rumusnya, lho. Berikut ini perhitungan rumus diagram lingkaran dalam bentuk persen dan derajat.
Dalam bentuk Persen
(Jumlah data dalam kategori tertentu / Total data keseluruhan) X 100
Dalam bentuk Derajat
(Jumlah data dalam kategori tertentu / Total data keseluruhan) X 360
Dalam proses pembuatan diagram lingkaran terdapat beberapa aturan dasar yang perlu diperhatikan. Sama seperti diagram garis dan batang, pastikan terdapat judul pada diagram lingkaran yang Anda buat. Apabila Anda membuat diagram lingkaran dalam satuan persen maka pastikan jumlah total datanya adalah 100%, sedangkan untuk satuan derajat totalnya adalah 360 derajat. Kemudian penulisan label juga penting untuk penanda dari suatu data, bisa menunjukkan kategori data, nilai, ataupun keduanya. Selanjutnya buat setiap warna irisannya berbeda untuk membedakan datanya. Yang paling penting, usahakan data yang Anda gambarkan dalam diagram maksimal 5 irisan supaya tidak menyulitkan pembaca. Selain itu juga tidak menimbulkan bias antara data satu dengan yang lainnya.
Visualisasi Data dalam Bisnis
Dalam kehidupan sehari-hari visualisasi data sering kita gunakan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Bagaimana kalau di bidang bisnis? Pernahkah Anda membayangkan berapa banyak data yang dimiliki perusahaan besar?
Visualisasi data pasti tidak lepas dari bidang bisnis karena terdapat banyak informasi yang beragam dan kompleks. Dalam bidang bisnis, kita harus bisa menyampaikan data secara benar dan tepat untuk menghindari kesalahan analisis di masa mendatang. Berikut tipe visualisasi data yang dapat diterapkan dalam bidang bisnis.
Scorecard merupakan sebuah visualisasi yang fokus pada sebuah jenis data yang spesifik. Sehingga biasanya terdiri dari 1 bentuk visualisasi saja. Visualisasinya dapat berfokus pada jumlah pendapatan, kepuasan pelanggan, dan hal lainnya yang dapat dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. Scorecard dapat juga menggambarkan tentang salah satu Key Performance Indicators (KPI) perusahaan yang lebih disederhanakan untuk dapat memantau kemajuan progres.
Dashboard
Dashboard merupakan kumpulan dari berbagai macam visualisasi yang menggabungkan dan merangkum informasi atau data bisnis. Kumpulan beberapa scorecard juga dapat disebut sebagai sebuah dashboard. Sebelum mendesain sebuah dashboard, Anda harus menentukan terlebih dahulu apa saja yang ingin diceritakan dalam dashboard itu. Saat kerangka dashboard sudah dibuat, Anda dapat mengisinya dengan berbagai visualisasi yang relevan seperti diagram garis, batang, lingkaran, dan berbagai metode visualisasi lainnya. Biasanya terdapat kombinasi empat visualisasi data yang saling berhubungan satu sama lain.
Report
Report atau laporan merupakan suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan, ataupun pertanggungjawaban sebagai bentuk pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Report yang baik, menggunakan visualisasi data untuk membuat ringkasan dari apa yang terjadi di perusahaan dalam waktu tertentu sehingga dapat digunakan untuk memahami hal yang sedang terjadi dari suatu perusahaan dengan secepat mungkin.
Analytic Report
Analytic report adalah laporan yang berfokus pada analisis yang digunakan untuk menentukan keputusan. Jenis laporan ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis dan mengevaluasi ide dari suatu bisnis. Analytic report memberikan keuntungan untuk pembaca karena memberi pemahaman yang mudah dipahami. Selain itu hanya dengan membaca sekilas saja, pembaca juga dapat memahami data dalam jumlah yang banyak. Analytic report juga menerapkan langkah-langkah umum seperti mengidentifikasi masalah, menentukan metode yang tepat, analisis data, dan mendapatkan solusi terbaik dari masalah yang dihadapi.





0 Comments:
Post a Comment