Supervisi Akademik

Materi yang ada disini, diambil dari PMM. Sengaja materi belajar di PMM saya pindah ke blog ini, dengan tujuan agar saya dapat mempelajari ulang apa yang sudah pernah saya lakukan di PMM.

Tahapan Pendampingan Melalui Supervisi Akademik

Modul ini membahas tentang tahapan pendampingan melalui supervisi akademik yang perlu dilakukan oleh Kepala Satuan Pendidikan mulai dari tahapan persiapan, tahap pelaksanaan hingga tahap tindak lanjutnya.

Daftar Materi:

  • Tentang Tahapan Supervisi Akademik

Langkah Penyelesaian Modul

  • Belajar materi
  • Refleksi pembelajaran
  • Post Test

Bagaimana Kepala Satuan Pendidikan Melakukan Tahapan Supervisi Akademik?

Pelaksanaan supervisi akademik perlu dilakukan sesuai tahapan agar lebih efektif. Jika setiap tahapan pendampingan melalui supervisi akademik dilakukan oleh kepala satuan pendidikan maka kualitas pembelajaran guru pun akan meningkat.



Berikut adalah soal latihan pemahaman setelah mengikuti modul dari video pelatihan:


Selanjutnya diminta untuk membuat pertanyaan reflektif seperti berikut:
Apa pengalaman berkesan Ibu dan Bapak saat melakukan tahapan supervisi akademik?
Saya menjawab seperti ini (bertindak seolah-olah sebagai supervisor akademik 😅 
"Saat melakukan observasi pembelajaran, saya menemukan seorang guru yang inovatif dalam menggunakan media pembelajaran. Saya terkesan dengan kreativitasnya dan memberikan saran untuk pengembangan metode pembelajarannya. Beberapa bulan kemudian, saya melihat peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa di kelasnya. Hal ini memberikan saya rasa bangga dan puas karena telah membantu guru tersebut berkembang"

Lanjut ke materi pelatihan berikutnya :

Memeriksa Perencanaan Pembelajaran

Modul ini membahas tentang pemeriksaan komponen perencaaan pembelajaran yang berpusat pada murid, mulai dari tantangan dalam melakukan pemeriksaan hingga praktik baik proses pemeriksaan perencanaan pembelajaran oleh Kepala Satuan Pendidikan

Daftar Materi:

  • Tantangan dan Manfaat Pemeriksaan Perencanaan Pembelajaran
  • Komponen dan Instrumen Pemeriksaan Perencanaan Pembelajaran

Langkah Penyelesaian Modul

  • Belajar materi
  • Refleksi pembelajaran
  • Post Test

Tantangan dan Manfaat Pemeriksaan Perencanaan Pembelajaran

Tahapan awal yang dilakukan oleh Kepala Satuan Pendidikan untuk memastikan kualitas pembelajaran yang terjadi di dalam kelas adalah memeriksa komponen perencanaan pembelajaran yang telah disusun oleh guru.

Apa saja yang menjadi tantangan Kepala Satuan Pendidikan dalam memeriksa perencanaan pembelajaran? Apa manfaat pemeriksaan perencanaan pembelajaran oleh Kepala Satuan Pendidikan?

Video ini menampilkan testimoni para Kepala Satuan Pendidikan yang menceritakan tantangan serta manfaat memeriksa perencanaan pembelajaran.


Video ini menampilkan testimoni para Kepala Satuan Pendidikan yang menceritakan tantangan serta manfaat memeriksa perencanaan pembelajaran.
Setelah melihat video diatas, kita diminta untuk menjawab pemahaman dengan pertanyaan berikut :

Selanjutnya, kita diminta untuk membuat reflesi diri dengan menjawab pertanyaan berikut: 

"Apa tantangan Bapak Ibu dalam memeriksa perencanaan pembelajaran?"

Jawaban saya (seandainya menjadi kepalas sekolah 😁) :
Selanjutnya, kita diminta untuk membuat reflesi diri dengan menjawab pertanyaan berikut: 

"Apa tantangan Bapak Ibu dalam memeriksa perencanaan pembelajaran?"

Jawaban saya (seandainya menjadi kepalas sekolah) :

1. Kurangnya Waktu:
Sebagai kepala sekolah, Anda memiliki banyak tanggung jawab, sehingga mungkin sulit untuk menemukan waktu yang cukup untuk memeriksa semua perencanaan pembelajaran guru secara menyeluruh.

2. Kurangnya Keahlian:
Anda mungkin tidak memiliki keahlian di semua bidang mata pelajaran, sehingga sulit untuk menilai kualitas perencanaan pembelajaran di semua kelas.

3. Ketidakkonsistenan:
Guru mungkin memiliki gaya dan format yang berbeda dalam menyusun perencanaan pembelajaran, sehingga sulit untuk menilai secara konsisten.

4. Subjektivitas:
Penilaian perencanaan pembelajaran dapat bersifat subjektif, sehingga ada kemungkinan bias dalam penilaian.

5. Ketidakjelasan Standar:
Standar penilaian perencanaan pembelajaran mungkin tidak jelas atau tidak terdefinisi dengan baik, sehingga membuat penilaian menjadi sulit.

6. Beban Kerja Guru:
Memberikan feedback yang detail dan konstruktif pada setiap perencanaan pembelajaran dapat menambah beban kerja guru.

7. Ketidakmampuan untuk Memberikan Feedback yang Tepat:
Jika Anda tidak memiliki waktu atau keahlian yang cukup, Anda mungkin tidak dapat memberikan feedback yang tepat dan bermanfaat bagi guru.

8. Ketidaksepakatan dengan Guru:
Dalam beberapa kasus, mungkin ada ketidaksepakatan antara Anda dan guru tentang kualitas perencanaan pembelajaran.

9. Kurangnya Motivasi Guru:
Jika guru tidak merasa dihargai atas usaha mereka dalam menyusun perencanaan pembelajaran, mereka mungkin tidak termotivasi untuk melakukan yang terbaik.

Tahapan selanjutnya, belajar materi berikut :

Memeriksa Komponen Perencanaan Pembelajaran yang Berpusat pada Murid

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Kepala Satuan Pendidikan harus memastikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas adalah pembelajaran yang berpusat pada murid. Lalu, bagaimana cara memastikannya?
Pada video kali ini kita akan membahas tentang tahapan pelaksanaan supervisi akademik yang pertama, yaitu memeriksa perencanaan pembelajaran yang berpusat pada murid.



Share:

0 Comments:

Post a Comment