Berikut adalah AKSI NYATA yang saya lakukan setelah saya menyelesaikan semua pelajaran (bahan bacaan dan kegiatan) pada Modul 1.1.
Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
Sebelum mengikuti kegiatan Guru Penggerak dan mendapatkan modul tentang Filosofi Pendidikan menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara, proses pembelajaran yang saya lakukan seperti ada jarak/gab antara saya dengan anak-anak. Hal ini mungkin, karena saya memposisikan sebagai orang yang lebih tua atau guru yang harus di hormati dan terlalu menjaga image bahwa saya adalah orang yang punya ilmu dan kalian harus menghormati saya.
Namun setelah mengikuti kegiatan Guru Penggerak dan mempelajari modul yang diberikan, maka saya mulai menyadari bahwa sebenarnya pendidikan itu harus berfokus pada mereka, merekalah center of learning. Artinya dalam pembelajaran kita harus dapat memahami karakteristik dari masing-masing anak.
Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
Selama menerapkan pembelajaran sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara ada beberapa gagasan yang timbul diantaranya:
- Menyiapkan program pengembangan dalam memperbaiki model pembelajaran yang digunakan.
- Mengaplikasi nilai kebudayaan yang dimiliki dalam proses pembelajaran.
- Merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
- Menjadi penuntun bagi anak dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang diikuti.
Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
Praktik baik yang sudah dilakukan antara lain:
- Setiap hari, menjadwal kegiatan sholat Dhuha, Sholat Duhur dan Sholat Ashar berjama'ah di Masjid sekolah.
- Menjadwal kegiatan bersih-bersih lingkungan secara serempak setiap hari Jum'at pagi bagi semua warga sekolah, selain kegiatan kebersihan tiap hari pagi dan sore di kelas masing-masing.
- Melakukan pembelajaran dengan metode “Tutor Sebaya”
- Anak-anak diberikan kebebasan berpakaian yang rapi pada saat ke sekolah di hari Sabtu (kelas industri).
- Melakukan 3S (senyum, sapa, salam) bagi siapa saja yang dilewati pada saat berada di lingkungan sekolah.
Perencanaan, Penerapan dan Pelaksanaan
Mengacu pada modul yang telah saya pelajari pada kegiatan ini yakni tentang membuat desaian kerangka pembelajaran sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara, maka untuk aksi nyata saya memulai dengan:
Perencanaan: untuk perencanaan dimulai dengan membuat desain pembelajaran. Pada bagian ini saya melakukan refleksi pada apa yang sudah pernah saya buat sebelumnya. Saya lihat-lihat kembali perencanaan pembelajaran yang sudah pernah saya buat sembelumnya, kemudian saya review dan saya susun ulang. Saya hilangkan hal-hal yang tidak berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada murid dan saya tambahkan hal-hal yang menjadikan murid adalah pusat dari pembelajaran
Pelaksanaan: Pada pelaksanaannya, saya melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bebas terkontrol. Saya biarkan murid-murid saya berkreasi, berekspresi sebagaimana yang mereka inginkan, tapi tetap dalam kendali kontrol saya. Kalau biasanya saya melarang murid untuk beranjak dari tempat duduknya ketika melakukan praktik, yang pertama agar tidak mengganggu teman-teman di sebelah kanan, kiri, depan dan belakangnya, juga supaya kegiatan praktik dapat berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan target. Tapi setelah saya menerapkan prinsip-prinsip pendidikan seperti yang di sampaikan oleh KHD, anak-anak saya bebaskan untuk berkolaborasi dengan teman-temannya, boleh melihat hasil kerja temannya, boleh memberi komentar, boleh membantu dan apapun kegiatannya yang penting target penyelesaikan praktik bisa di lakukan tepat waktu.
Dalam pelaksanaan pembelajaran juga diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melakukan diskusi dalam hal ini menerapkan Tutor sebaya yang merupakan perwujudan nilai Profil Pelajaran Pancasila yakni Bergotong Royong. Akhir dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan, saya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan refleksi dan kesimpulan dari apa yang sudah dipelajari. Salah satu bentuk refleksi yang disampaikan anak dalam bentuk testimoni.
Refleksi: Dari apa yang direncanakan dan dilaksanakan, saya merasa proses pembelajaran lebih ringan pada diri saya, karena "beban" belajar itu akhirnya saya bagi dengan murid-murid saya. Saya bukan lagi pusat dari informasi, tapi semua yang ada dalam ruangan adalah pusat dari informasi.
Meski saya jauh lebih ahli dari murid-murid saya, tapi dengan mengubah pola dan cara saya dalam mengajar, saya dapat menemukan hal-hal baru yang sebelumnya terlewati oleh saya dan ditemukan oleh murid-murid saya.
0 Comments:
Post a Comment